Setelah sekia lama aku dan dia melalui detik detik indah..setelah begitu banyak rintangan yg dihadapi..akhirnya kami tewas juga. AKu dapat merasakan syaitan telah menari keriangan..kegagalannya untuk menajatuhkan ku telah beralih kepada orang lain. Mereka hanyut dalam kesesatan..dan aku tewas untuk mempertahankan kehormatannya...
Kesesalanku bergunungan..
Tuesday, May 15, 2007
Tuesday, February 13, 2007
Erti Rindu Ini..

MENGAPA kau tinggalkan aku ketika cinta ini sedang mekar mengharum? Sedangkan kau tahu aku tidak bisa hidup tanpa kau di sisi. Jangan kata kau lupa saat-saat manis yang pernah kita lalui bersama. Kita pernah menabur kasih dan cinta di taman hati. Kupersembahkan segala yang aku ada untukmu. Apa lagi yang kau mahu sudah kuturutkan. Kerana cinta, kasih dan setiaku, kerana janji dan sumpah yang kau lafaz dulu, air mataku berlinangan. Tapi kau pergi jua...
Yana mengharungi liku-liku hidup sendirian setelah Razman pergi menghadap ILAHI. Jiwanya nanar. Cinta yang terbina sejak di bangku sekolah tidak kesampaian. Luka dan sengsara di hati dirawat sendiri dalam kepayahan.
Kau kata, aku bagai lilin yang menerangi kegelapan duniamu. Kehadiranku umpama air di kali yang menyegarkan perasaanmu. Kau sedia berkorban untukku. Sedia merawat kelukaan hatiku. Ku dibuai cinta, kasih, sayang dan rindumu yang luhur sejati. Tersentak aku dari lamunan yang panjang. Mawar tanpa haruman tidak mungkin disunting buat penyeri syurga asmara. Di tangkai jua ia layu...
Cinta Fariz terlalu luhur untuk Yana. Bergetar jiwanya setiap kali berada di sisi jejaka itu. Namun, sudikah Fariz menerima dirinya seadanya? Apatah lagi keluarga Fariz terlalu me-mentingkan maruah dan prestij. Layakkah dia berganding dengan jejaka yang berjaya menakluk hatinya itu?
Harga : RM 18.00
Halaman :492
ISBN : 983-124-282-3
Terbitan Alaf 21 :
http://www.alaf21.com.my
Sunday, February 11, 2007
Sehari disini
Aku mengantuk ketika sedang menulis kali ini, sebba sydah terlalu lama tak tulih dalam benda ni so aku ingat nak tulis la sesuatu walaupun sedikit..
Aku pening..pening...pening..
hingga menutup mata............Acha sepriasa
Embun di pagi buta
Menebarkan bau asa
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi
Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi
Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta
Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata
Cintaku sampai ku menutup mata -- x2
Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi
Aku pening..pening...pening..
hingga menutup mata............Acha sepriasa
Embun di pagi buta
Menebarkan bau asa
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi
Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi
Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta
Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata
Cintaku sampai ku menutup mata -- x2
Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi
Friday, October 20, 2006
Selamat Hari Raya Eidul Fith
Selamat hari raya..dan aku menulis ini sebelum aku bertolak ke kampung malam ini.hala tujuan ku kali ini ke GRIK.I'm coming....
Wednesday, October 11, 2006
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi
Kebeningan air mata ketika aku membaca kisah ini, begitu terasa..Ya Rasulullah..kau begitu hebat..
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi
buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap
orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan
dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian
mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW
mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa
berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan
makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan
pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya
itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan
hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi
orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada
pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat
Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah
anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan
merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya
itu,
"Anakku, adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?".
Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang
ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun
yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung
pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis
Yahudi buta yang ada di sana ", kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan
membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.
Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan
makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai
menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
"Siapakah kamu?". Abubakar RA menjawab, "Aku orang
yang biasa (mendatangi engkau)."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku",
bantah si pengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini
memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang
yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi
terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut
setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu
melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia
menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku
memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku
adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia
itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar
penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya,
memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia
begitu mulia.... "
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di
hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu
menjadi muslim.
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi
buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap
orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan
dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian
mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW
mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa
berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan
makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan
pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya
itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan
hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi
orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada
pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat
Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah
anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan
merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya
itu,
"Anakku, adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?".
Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang
ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun
yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung
pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis
Yahudi buta yang ada di sana ", kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan
membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.
Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan
makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai
menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
"Siapakah kamu?". Abubakar RA menjawab, "Aku orang
yang biasa (mendatangi engkau)."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku",
bantah si pengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini
memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang
yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi
terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut
setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu
melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia
menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku
memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku
adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia
itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar
penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya,
memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia
begitu mulia.... "
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di
hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu
menjadi muslim.
Subscribe to:
Posts (Atom)